“Ra…Ara,” tepukan bahu pelan dari Riris membangunkan tidurnya. “Eungh…” lenguhan Tamara mulai terdengar dan mencoba membuka matanya. “Ris, ini hari apa?” tanya Tamara. “Hari Senin,” jawab Riris. “Masih Senin bukan Selasa,” pastikan Tamara sekali lagi dan Riris mengangguk. Bahkan jam dinding menunjukkan pukul 5 sore, bukan pukul 5 pagi ketahuan dari Riris yang masih menggunakan seragam kerjanya. “Badan kamu udah baikan tapi kok mata kamu bengkak Ra mana lo mimpi sampai sesenggukan,” Riris mengecek suhu panas tubuh Tamara yang sudah turun. Tamara mencoba merenung sesaat apakah pernikahan Kenzo dan Michelle hanyalah mimpi. “Ris, Kenzo beneran dateng tadi pagi?” tanya Tamara lagi. “Iya dateng. Aku ketemu di pintu. Kamu udah ngomong sama dia?” tanya Riris penasaran. “Iya…” ucap Tamara

