"Ah .... " Mulut Airin langsung ditutup oleh Verrel agar tidak protes. Mohan melihat kelakuan keduanya hanya bisa membolakan matanya. " Baiklah, kami permisi dulu. Ada-ada saja mereka katakan ada hantu. Makanya jangan malam-malam keluar ada hantu kan," cicit salah satu warga yang pergi meninggalkan mereka. Airin menepis tangan Verrel yang menutup mulutnya. "Kenapa kamu menutup mulutku. Menyebalkan sejak kapan aku jadi istrimu, om." Kesal Airin yang dijadikan tameng oleh Verrel. "Kalau tidak dijadikan istri kita bisa dalam masalah. Kamu mau saya digebukin warga karena menculik kamu lagian mana ada orang percaya kalau di sini ada hantu." Balas Verrel melihat sekitar mulai ramai orang lalu lalang. "Tuan, kita tunda saja pembangunannya. Di sini angker. Kalau malam mana ada pengunjun

