Kinanti terdiam saat verrel mengatakan itu. Dia melepaskan tangan Verrel dan membiarkan mereka pergi. Kinanti tidak bisa mendesak Verrel karena memang tidak akan pernah bisa. Lebih baik mengalah. Sedangkan Airin yang melihat Kinanti diperlakukan seperti itu tersenyum dia senang karena Verrel bersikap seperti itu dengan Kinanti. Melihat senyuman Airin, Kinanti mengepalkan tangannya. "aku sangat membencinya. Benar-benar membencinya. Lihat saja Airin, aku akan membalaskan dendamku." Kinanti segera pergi dia ingin segera ke tempat dimana Tuan Rian katakan. Saat di dalam mobil Kinanti mendapatkan telepon dari orang yang tadi malam dia kirimkan foto mesranya antara Tuan Rian dan dirinya yang berada di kamar hotel. "Ya halo, ada apa?" tanya Kinanti. "Saya sudah kirimkan foto tersebut dan

