Kinanti terpaksa keluar dari rumahnya. Semua harta bendanya sudah dia jual dan dia tidak lagi memiliki apapun. Kinanti kesal karena dirinya harus jatuh miskin dan dia juga kesal karena Tuan Bramantyo bersikap tenang dan tidak ada sedikitpun merasa bersalah. Tuan Bramantyo pergi meninggalkan Kinanti dia sudah lelah menghadapi Kinanti. Hidupnya benar-benar hancur ditangan Kinanti. "Sekarang ini, kemana harus aku pergi. Karena saat ini aku sudah tidak mempunyai tempat tinggal lagi. Hah! Semua ini salahku. Aku sudah berkhianat dengan Marcella dan juga anakku, Airin." "Aku harap keduanya bisa memaafkanku," jawab tuan Bramantyo yang berjalan menyusuri jalanan yang penuh dengan kendaraan, suara klakson terus terdengar di telinganya dan cuaca yang panas hingga membuat kulit Tuan Bramantyo sed

