Tuan Bramantyo melihat ke arah Airin dia tersenyum melihat anaknya keluar dari ruang dokter kandungan. Dia yakin kalau anaknya pasti hamil. "Syukurlah, kamu hamil Airin. Papa sangat senang akhirnya kamu bisa menjadi seorang ibu. Papa doakan kamu agar bahagia dengan suamimu dan tidak menderita seperti mamamu. Maafkan Papa atas semua kesalahan yang sudah Papa perbuat kepadamu dan juga kepada mamamu," ucap Tuan Bramantyo yang menangis saat melihat senyum Airin. Selama ini dia tidak pernah melihat senyum Airin. Perselingkuhan waktu itu menghilangkan senyuman Airin dan sekarang senyum itu kembali lagi. Verrel yang menggenggam tangan Airin melihat dari kejauhan Ayah mertuanya yang berbalik dan terlihat Ayah mertuanya terbatuk-batuk sambil menenteng plastik putih. Verrel tidak tahu itu apa.

