Panggilan telepon dari sang manajer membuat tuan Bramantyo gemetaran. Karena anak buahnya yang mengurus perusahaan miliknya saat ini mengatakan perusahaan dalam keadaan tidak baik. Tuan Bramantyo tidak menyangka kalau perusahaannya dalam kondisi tidak baik. Kabar yang dia dapatkan dari anak buahnya tentu saja membuat Tuan Bramantyo syok. Perusahaannya mendapatkan serangan dan beberapa proyek yang sedang dia jalankan hancur karena uangnya dibawa kabur oleh kliennya hingga dia harus mengalami kerugian cukup besar. Maryawan yang bekerja dengan Tuan Bramantyo meminta Tuan Bramantyo untuk kembali pulang untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Tuan Bramantyo memandang ke arah Airin dengan lekat. Entah kenapa dia merasa kehancuran perusahaannya ada kaitannya dengan Airin. Saat panggilan b

