Kisah mualafnya bermula ketika ia baru saja sampai di hotel, lalu ia melihat ada setumpuk alat salat yang tertata rapih di dalam sebuah lemarin yang memiliki kaca sebagai pembatasnya. Di sana ia juga menemuka adanya Al-Qur’an, rasanya begitu tergelitik untuk menyentuhnya. Hingga ia medenar suara azan yang indah, tak hanya sat tapi saling bersahutan. Maka ia keluar dari kamarnya ke balkon, melihat suasana sore yang ditemani suara azan. Suasana yang sebenarnya ia temui di Indonesia, tapi tak semua muzin yang ada di Indonesia mengumandangkannya seindah di Arab. Adrew langsung merekam kejadian itu, ia merekam suasana luar yang juga mulai surut karena panggilan salat. Adrew jadi merasa damai dengan kenyataan sekaraang, ia merasa sangat berharga sekarang. Entahlah mengapa ia bertingkah sepert

