Part 22

1011 Words

" Aku menginginkan mu di siang hari, dan aku tidak butuh penolakan, karena ini sebuah janji. Kamu sendiri yang menjanjikannya. Puaskan aku hari ini, karena aku sengaja mengajak mu kesini dulu sebelum pulang, karena aku menginginkanmu. Ayo, Sayang. " Ujar Lucky yang membuat Dea terkejut, apalagi Lucky langsung menggigit gunung kembarnya yang sedikit menyembul seperti tidak muat dari bra nya. "Jangan sekarang ya, " kata Dea memohon "Kenapa? " tanya Lucky "Ada masalah. " Jawab Dea seraya menunjukkan ponsel nya pada Lucky, membuat Lucky langsung menjatuhkan kepalanya pada d**a Dea saat melihat palang merah, yang artinya Dea sedang datang bulan. "Kenapa harus datang sekarang, Sayang! " teriak Lucky kesal saat Dea halangan disaat dirinya sangat menginginkan Dea. "Ya mana aku tau, aku tau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD