Broto tampak tegang, seolah ada beban berat yang akan dia keluarkan. Santi duduk bersandar pada sofa di sebelahnya. "Tirta, Papa minta maaf, karena selama ini Papa terlalu memaksakan kehendak pada kamu–." "Pa, maksud Papa apa?" sela Yarra, wajahnya tampak sangat ketakutan mendengar ucapan Broto pada Tirta. "Kamu diam dulu Yarra, Papa mau bicara dulu pada Tirta," jawab Broto halus pada Yarra. Yarra menghela napas pelan lalu kembali duduk pasrah mendengarkan kata demi kata yang akan mertuanya ucapkan, ia tahu keberadaannya sudah mulai tidak aman. "Papa adalah orang tua kamu, dulu, saat kamu lahir sebelum Mama kamu, Papa sudah lebih dulu menggendong kamu, bahkan saat pertama kali kamu mandi di rumah setelah pulang dari rumah sakit Mama masih takut buat mandiin kamu, jadi Papa yang ma

