Bab 47

1436 Words

Allea meronta dan memerosotkan diri dari gendongan Tirta, sambil terus mengucapkan kata Mama dan semua mata menatap ke arah mereka. "Mama!" Allea berlari panuh semangat seperti menemukan belahan jiwanya yang hilang, Tirta menatap putrinya lalu mengerutkan dahi saat melihat Allea melewati sang mempelai wanita yang menyampingi mereka hanya menolehkan kepala demi bisa melihat apa yang terjadi. "Mama!" seru Allea saat telah berdiri di ambang pintu ruang tengah rumah Pak Noto, melihat apa yang dilakukan putrinya Tirta memasuki ruang tamu dan menatap sang mempelai wanita yang tampak kebingungan dan menghela napas lega, dia bukan Canting. "Allea, Sayang!" Canting yang tengah membawa beberapa box nasi walimah meletakkan begitu saja box yang ia bawa di atas meja, lalu mendekap tubuh kecil All

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD