"Mas, ayo, Allea mau ketemu kamu," ajak Canting saat Tirta menghentikan langkahnya, sesaat mematung kelu. "Papa!" Allea beringsut turun dari ranjang lalu berlari menghampiri Tirta yang menitikkan air mata, tentu air mata bahagia karena kembali bertemu dengan Allea tanpa ada yang tau ada gejolak lain di dalam sana. Tirta memeluk erat tubuh mungil putrinya ciuman kerinduan juga bertubi - tubi ia berikan. "Kamu ke mana saja, Sayang?" tanya Tirta yang berlutut agar tingginya bisa sejajar dengan putri kecilnya, Allea menggeleng pelan. "Iya sudah tidak usah dipikirkan lagi, yang penting sekarang Allea sudah kembali." Tirta kembali memeluknya. Jantung Tirta terasa berhenti berdetak saat pandangannya beradu dengan seorang wanita yang berdiri sambil menggendong putranya, dengan tangan yang

