Bab 40

1332 Words

"Airin." Ya nama itu. Airin. Nama yang selalu menjadi penghuni sisi hatinya, sisi hati yang telah lama ia coba tutup rapat serapat tanah makam dengan nisan bertuliskan namanya, entah raga siapa sebenarnya yang ada di bawah pusara itu. Terasa berat langkah yang Tirta ayunkan untuk mendekati wanita yang tengah berdiri mematung dengan sang putra berada di gendongannya. "Tirta." Lirih, suara Airin menyebut nama itu. Tirta. Nama yang sempat menjadi raja singgasana hatinya. Suara lembut itu menyebut namanya, membuah sebuah rasa yang telah lama ia lupakan kembali berputar diingatan, panggilan itu, panggilan lembut penuh cinta yang selalu ia dengar selama bertahun - tahun sejak mereka bersama hingga maut memisahkan mereka. Setidaknya itulah yang Tirta yakini hingga beberapa waktu be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD