"Bukan begitu, tadi malam sebelum tidur aku sempat menelepon mama. Hari ini aku akan ke sana mengambil perlengkapan kerjaku. Jadi Mama membuatkan soto favoritku pagi ini, begitu," jawab Jyoti mencoba meredakan amarah Thomas. Sepertinya dahulu Thomas tidak mudah terpancing emosinya seperti saat ini. Apakah semua karena keberadaan dirinya? Thomas menghembuskan nafas keras. Kepalan tangannya mengendur, ia menarik tangannya yang berada dalam genggam Jyoti. Dalam diam, ia kemudian bangkit berdiri dan berjalan ke dapur untuk mengambil satu set perlengkapan makan lagi. Piring yang ada di depan kursinya di gesernya ke arah Jyoti. Thomas kemudian menaruh perlengkapan makan yang masih kosong di depannya. Setelah ia duduk, ia menyuruh Jyoti untuk mengambilkan dirinya makanan. "Ambil kan lagi sarapa

