BAB 3

835 Words
d**a Jyoti bergemuruh terasa sesak menghimpit, sepandai dan serapat apapun ia berusaha menyembunyikan kenyataan pasti akan terungkap. Dirinya yakin, seyakin-yakinnya Thomas dan keluarganya pasti menyadari siapa Emily.  Senyum Jyoti berubah kaku. Ia memang tidak terbiasa berbohong. Emily mengulurkan tangannya ke arah Jyoti. Setelah Yvonne menurunkan Emily. Dan sejurus kemudian Emily memeluk kaki Jyoti. "Emi mau ice cream mommy," tunjuk Emily ke arah stand ice cream. "Salim sama Opa Ronald dulu baru makan ya." "Oh, iya lupa." Emily melepas pelukannya lalu bergegas menyalami Ronald. "Emi mau ice cream dulu ya," pamit Emily sembari menyalami Ronald. Ronald menunduk mengecup kening cucunya. Emily melepas tangan Ronald kemudian berlari-lari kecil di ikuti Ina. Jyoti menyalami kedua orang tua Thomas kemudian hendak menyusul putrinya. Sungguh ia tak ingin berlama-lama dengan mereka, Jyoti belum merasa nyaman tepatnya. Jyoti berencana duduk di meja yang lain. Bergabung dengan pasangan yang membawa anak-anak. Sejurus kemudian lengan atasnya sudah dicekal olah Thomas. Thomas merapatkan tubuh mereka dan sedikit merunduk mendekatkan bibirnya seraya berbisik di telinga Jyoti. "Mau ke mana? Tempatmu di sini." Suara Thomas tegas tak terbantahkan. "Emmm … Aku mau itu," ucap Jyoti gugup. Hembusan nafas Thomas terasa sampai di tengkuk dan tulang belikatnya, membuatnya merinding. Apalagi sebelah tangan Thomas sudah membelai punggungnya samar. "Ayo duduk acara akan segera dimulai," Thomas menghela tangan Jyoti  dengan menekan punggung wanita muda itu, membimbingnya duduk di antara dirinya dan Ronald. Jyoti sama sekali tak berkutik dibuatnya, perintah Thomas masih sangat mempengaruhi dirinya, sungguh sial sekali bukan? Kapan bisa move on coba? Ketika MC memulai acara dan  pengumuman lelang untuk charity. Jyoti baru tahu jika acara pertunangan Juwita dan Thomas di gabung dengan acara amal ini. Kenapa harus bersamaan dengan hari pertunangan dulu sih. Seperti nggak ada hari lain aja. Batin Jyoti sembari menghembuskan nafas panjang. Lamunan Jyoti terputus saat MC mengundang Thomas untuk maju ke depan. "Acara peresmian hotel Allbyon segera dimulai Mr Thomas Abundio beserta istri dipersilahkan maju ke podium untuk pengguntingan pita simbolis," ucap MC Hah ? Istri?. Batin Jyoti Jyoti melirik dengan raut wajah kebingungan ke aras sang kakak, yang terlihat santai menyesap red wine di depannya, begitu juga semua orang di meja dihadapannya. "Ada apa ini sebenarnya?" Gumam Jyoti. Yang ternyata Thomas mendengarnya. Thomas tersenyum miring kemudian ia bangkit berdiri. Mengulurkan tangannya kepada Jyoti. Jyoti tidak menyambutnya tetapi malah menangkupkan kedua tangannya di atas pangkuannya dengan gugup. Ia merasa bukan bagian dari acara ini dan masih dalam suasana kecangunggan itu ia melirik Thomas  yang tampak tidak sabar, tatapannya tajam menghujam mata Jyoti membuat bulu kuduk merinding. Dirasakannya usapan lembut di lengannya oleh Ronald. Jyoti menolehkan wajahnya ke arah Ronald. Ronald hanya menganggukkan kepala. Jyoti tak ada pilihan lain, ia tak tega mengacuhkan tatapan pernuh permohonan dari mantan mertuanya itu. Terlebih lampu sorot juga sudah mengarah kepadanya dan semua orang melihat dirinya. Seluruh keluarga dan relasi bisnis. Jyoti bangkit berdiri menyambut uluran tangan Thomas seraya menelan salivanya kasar tiba-tiba kerongkongannya terasa kering kerontang. Raut wajahnya sudah memerah menahan malu dan kebingungan. Seharusnya ini acara kakaknya tetapi kenapa malah ia yang maju dan apa tadi kata MC, istri? Parah-parah itu MC salah persepsi. Bukan istri kalik, mantan istri. Kak Juwita juga kenapa santai banget sih. Kalau Jyoti nggak salah Thomas ini sama kak Juwita saling mencintai. Hadeh benar-benar bingung. kenapa aku yang maju sih? Yang tunangan siapa yang maju siapa. Batin Jyoti "Kak juwi pesttt pesttt Kak?! Ih Kakak mah kenapa aku sih yang naik." Jyoti mencoba memanggil kakaknya, yang pura-pura tak mendengarnya. Duh nih orang pura-pura budeg lagi. Yang mau tunangan dia kenapa aku yang naik podium sih. Batin Jyoti kesal. Bisikan di telinganya menyadarkan dia kembali ke realita. "Udah ngebatinnya?" bisik Thomas mesra di telinganya. Bibir Thomas sekilas membelai daun telinganya. Jyoti tak sadar jika ia sudah sampai di atas podium. Ia terpaku dan berusaha setenang mungkin, berharap semua yang terjadi adalah mimpi. Thomas menerima mikrofon dari MC, tangannya yang semula menggandeng Jyoti beralih menggapai pinggulnya merapatkannya sampai setengah berdiri miring di samping tubuh Thomas. Sampai-sampai sisi samping d**a kanan Jyoti sedikit menekan tubuh bagian depan Thomas dengan tubuh mungilnya yang hanya setinggi telinga Thomas jika menggunakan stilleto dua belas sentimeternya, semua pasang mata memandang mereka. "Sebelum peresmian Hotel dimulai saya ingin menyampaikan kalau hari ini juga bertepatan dengan peringatan ulang tahun pernikahan saya yang ke lima dengan wanita cantik di sebelah kiri saya ini. Ibu dari gadis mungil saya yang bernama Emily. Mungkin sebagian orang tidak tahu keberadaan istri dan anak saya karena beliau dahulu tidak ingin ada resepsi pernikahan dan kehidupan pribadi kami diketahui khalayak ramai. Tetapi kali ini dia tak bisa menolak dan sampai tahun-tahun berikutnya kami akan selalu merayakannya," cap Thomas antusias pandangan matanya tak lepas dari wajah Jyoti. Jyoti tak bergeming ia masih berusaha mencerna apa yang coba dikatakan oleh Thomas tadi. Apa yang dikatakan oleh Thomas tadi perayaan pernikahan? Ia sendiri bahkan telah melupakan hari sacral mereka dulu. Terlalu banyak kenangan menyakitkan membungkus hari indah itu. Jyoti takut, seketika kenangan kelam itu mulai menyeruak kepermukaan terlebih ia tidak bisa membaca raut wajah Thomas yang sebentar dingin sebentar tampak penuh cinta dan pemujaan terhadapnya? Benarkah begitu? Tangan kiri Thomas mulai membelai punggung Jyoti mencoba menenangkan keresahan Jyoti yang disadari oleh Thomas. Jyoti gugup telapak tangannya sudah mulai dingin dan berkeringat.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD