Marah

1303 Words

**Yunki POV*. . . . Setelah panggilan dimatikan ponsel Reya sama sekali tak bisa di hubungi. Saat latihan banyak bagian yang harus terus aku ulang karena sama sekali tak bisa berkonsentrasi. Pikiranku bercabang. Sehingga leader kami Namjun memutuskan untuk segera kembali ke dorm. Aku meminta maaf sepanjang perjalanan kami ke dorm. Aku tak henti mencoba menghubungi Reya. Jelas ia di Korea, dan coba menghindar. Kali ini menurutku ia keterlaluan. "Tak bisa Hyung?" tanya Jimmy. "Ponselnya mati," jawabku, sementara pikiranku mulai kusut karena tingkah kekanakan Reya. "Cobalah setelah jam makan siang." "Hmm," jawabku. Setelah pembicara singkat dengan Jimmy. Aku memutuskan ke kamar. Yang lain juga beristirahat. Menganggap hari ini adalah waktunya beristirahat. Benar seperti apa yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD