35

1122 Words

Tubuh Kayla terasa ringan, rasanya meski ia telah menari selama dua puluh menit, tubuhnya tidak terasa lelah. Saat ini di hadapannya seorang laki-laki berwajah tampan. Dengan hidung lancip dan dagu terbelah tersenyum ke arahnya. Ketika mendapat respond dari laki-laki itu, Kayla segera menarik tangan laki-laki itu ke lorong menuju toilet. Dengan gairah yang meletup-letup Kayla bersandar pada dinding dan memberikan pandangan menggoda kepada laki-laki yang bahkan namanya saja ia tak tahu. Senyum terukir di bibir laki-laki berambut cokelat itu. Maka tanpa menunggu lebih lama lagi, laki-laki itu mulai menyatukan bibir mereka. Hati Kayla merasa puas, inilah yang diinginkannya untuk menyembuhkan luka di hatinya. Bukan, lebih tepatnya membantu menghilangkan sosok Erwin di dalam kepalanya. Mer

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD