37

1016 Words

Sejak malam itu, meski hari terus berganti, hati Kayla masih terasa sakit. Padahal berbagai cara sudah dia lakukan. Tidur, makan es krim ketika pikirannya kembali mengingat Erwin, menonton DVD komedi sambil ditemani Samantha, bahkan menangis sepuasnya tetap tidak mampu membuat Kayla berhasil melupakan sosok Erwin Ivander dari kepalanya. Kayla baru tahu jika sakit hati begitu menyakitkan. Bahkan kalau bisa, ia lebih memilih sakit gigi daripada sakit hati. Setidaknya sakit gigi yang perlu dilakukannya hanya ke dokter gigi dan dalam hitungan hari sakit yang dirasakannya menghilang. Tidak seperti sakit hati, sudah hampir dua minggu berlalu tapi hati Kayla masih terasa sakit. "Bagaimana Bu?" "Eh?" Pertanyaan yang dilemparkan Sandra berhasil membuat pikiran Kayla kembali ke kehidupan nyatan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD