40

1157 Words

"Lama tidak bertemu Kayla Aryasatya." Sedetik, dua detik, tapi belum ada sedikit gerakan pun dari gadis itu. Hingga akhirnya ketika Erwin melangkahkan kakinya untuk menghapus air mata yang mengalir di pipi gadis itu, sontak tubuh Kayla ikut mundur. Seakan-akan tetap menjaga jarak diantara mereka. Tidak mengerti dengan reaksi Kayla, sekali lagi Erwin mencoba memajukan langkahnya. Tapi lagi-lagi Kayla melakukan hal yang sama. Hingga akhirnya Erwin tidak sabar untuk menanyakan sikap perempuan yang berhasil membuat dirinya bertahan sampai hari ini. "Ada apa? Kenapa kau menjauh?" Bukannya menjawab, Kayla malah menggelengkan kepalanya. "Kau tidak merindukanku?" tanya Erwin sekali lagi. "Kenapa kamu bisa berada di sini?" tanya Kayla tanpa memedulikan pertanyaan Erwin. Erwin terdiam sej

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD