"Pulanglah," bisik Erwin. Ucapan Erwin berhasil membuat Kayla mengendurkan pelukannya. Ditatapannya manik cokelat dihadapannya. Ada kelelahan di dalamnya. Namun bukan Kayla namanya jika mudah menyerah. "Kamu tidak suka dengan kehadiranku?" Erwin menghela nafasnya. "Bukan begitu, ini sudah malam. Perempuan mana yang masih berkeliaran di jam segini?" "Kelelawar betina," jawab Kayla cepat. Lalu tanpa meminta izin dari pemilik apartemen, ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Sedangkan Erwin akhirnya hanya bisa menarik nafas panjang dan menyusul dibelakangnya. Sering bertemu dengan Kayla membuat Erwin semakin mengenal sifat perempuan itu. "Aku antar kau pulang." "Tidak mau," jawab Kayka singkat. Kondisi apartemen yang gelap membuat Kayla kesulitan untuk melihat. Hanya lampu meja di t

