29

1186 Words

Meletakkan tasnya di atas meja kerjanya, disusul menjatuhkan tubuhnya di atas kursi empuk miliknya. Kayla memejamkan matanya sejenak, hari ini tubuhnya terasa sangat lelah. Pertemuannya dengan Doni benar-benar menguras energi. Tak lama kemudian sebuah ketukan membuat Kayla membuka matanya dan berseru, "Masuk!" Sandra muncul dari balik pintu. Ekspresinya sangat mudah ditebak. Dan Kayla tahu apa tujuan Sandra masuk ke dalam ruangannya. "Ada apa, San?" "Hm..bagaimana Bu wawancaranya?" tanya Sandra hati-hati. Kayla menghela nafas dan memandang Sandra. Membuat perempuan berusia tiga puluh dua tahun itu memandangnya ketakutan. Berikutnya Kayla mengeluarkan recorder yang digunakannya tadi untuk mewawancarai Doni Suryadiningrat. Sedetik kemudian sudut bibir Sandra tertarik ke atas. "Syukur

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD