Erwin memandang perempuan yang sedang duduk di sebelah kursinya. Senyum mengembang masih tampak jelas di bibirnya yang tipis dan merah. Tapi semua itu tidak membuat Erwin kehilangan kewarasannya. "Jika bukan gila sepertinya kau tidak waras," kata Erwin sinis. "Lebih baik kau cepat keluar dari mobilku. Aku sudah sangat lelah." "Tidak bisa! Kamu harus memberikanku sebuah ciuman atau aku tidak akan keluar dari mobil ini," tantang Kayla. Tampak tidak peduli dengan raut wajah Erwin yang telah memandangnya sambil menahan emosi yang mulai meluap-luap di dalam dadanya. "Dengar nona. Sudah cukup aku mengabulkan keinginanmu. Dan ciuman tidak termasuk dalam kesepakatan kita. Sekarang lebih baik kau keluar atau aku akan memanggil sekuri.." Belum selesai Erwin berbicara, Kayla telah menarik ker

