15

1042 Words

Secangkir kertas kopi yang masih mengepul berada di sebelah tangan kanan Kayla. Di sisi-nya Adam duduk bersamanya dengan cangkir kopi yang sama. Sesekali angin menerpa wajahnya, di bawah sinar matahari yang hangat. Tadi pagi Kayla meminta bertemu dengan Adam yang langsung disetujui oleh laki-laki itu. Hingga akhirnya di taman kota ini-lah mereka bertemu sambil memandang beberapa keluarga yang sedang menikmati hari mereka. "Kamu terlihat tidak baik, K," kata Adam seraya melirik Kayla. "Menurutmu siapa yang telah membuatku tampak seperti ini?" desah Kayla. Sudut bibir Adam terangkat ke atas. "Aku bisa menebaknya." Ia menyesap kopinya. Rasa pahit mulai menjalari tenggorokannya. "Aku dengar dia sedang dekat dengan seorang perempuan.." Sengaja Kayla tidak menyelesaikan kalimatnya. Ingin men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD