48

2794 Words

Dengan raut wajah lesu tak bersemangat, Jaffra keluar dari ruangan meninggalkan istrinya sendiri supaya bisa beristirahat dengan tenang. "Papa..." Juliet menghampiri papanya dan memberi pelukan kepada beliau. Dengan hangat Juliet membalas pelukan putrinya, kemudian melihat kearah Derrick yang berdiri tak jauh darinya. "Pulanglah, Derrick..." pinta Jaffra. Ketika Derrick akan membuka mulut, Jaffra lebih dulu berkata. "Pulanglah." Ulang Jaffra membuat Juliet angkat suara. "Pa..." "Sayang, papa sedang tidak ingin berdebat..." sahut Jaffra dengan nada lemah. Derrick mengerti akan kondisi sekarang, ia pun memutuskan untuk mengikuti permintaan Jaffra. "Saya mengerti." Derrick melihat kearah Juliet seakan berat meninggalkan Juliet namun apalah daya. Mungkin ini demi kebaikan mertuanya. *

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD