Hari keberangkatan Gyzell dan Nick untuk bulan madu pun tiba. Ke duanya saat ini masih berada di rumah memeriksa semua barang bawaan mereka yang akan dibawa selama bulan madu berlangsung. “Semua barang sudah lengkap, sayang?” tanya Nick, yang baru saja keluar kamar mandi. Sedari tadi perut lelaki itu tidak enak. Padahal tidak makan makanan yang aneh. “Sudah semua kok Mas,” jawab Gyzell, wanita itu menatap suaminya iba, “Perutnya masih sakit, Mas?” tanyanya, ia menghampiri sang suami yang sedang duduk di atas kasur sembari memberikan minyak angin. “Zell balurin ya,” ucapnya, ia membuka baju kaos suaminya untuk mempermudah mengoleskan minyak angin di sana. Gyzell sedih bila melihat suaminya sedari tadi keluar masuk kamar mandi. Wajah lelaki itu pun sudah pucat. “Kita batalin aja ya.

