Tengah malam pun tiba. Acara resepsi yang Nick gelar di hotel mewah milik papanya telah usai tiga puluh menit yang lalu dan kini ke dua pasangan pengantin baru itu sedang membersihkan diri mereka masing-masing. Gyzell sudah selesai terlebih dahulu akibat paksaan Nick. Niatnya Gyzell ingin mengalah untuk sang suami, tetapi Nick tetap pada pendiriannya. “Kamu lapar sayang?” tanya Nick, menghampiri sang istri yang sudah berada di atas kasur. Fokus Gyzell yang awalnya tertuju pada layar ponsel pun menjadi teralihkan saat mendengar suara suaminya yang masuk ke dalam telinganya. “Enggak kok Mas. Mas laper?” tanya Gyzell, disertai senyuman. Nick menggeleng, membalas senyuman sang istri dengan senyuman pula, “Mas nggak laper kok. Mas cuma capek. Acara sederhana hari ini cukup membuat seluruh

