Hari paling menegangkan yang pernah Gyzell rasakan. Bahagia dan takut bercampur menjadi satu. Entahlah, apa yang membuatnya takut. Tetapi, yang jelas wanita itu sedang berpikir tentang bagaimana untuk ke depannya nanti. Apakah ia bisa menjadi sosok istri yang baik untuk Nick atau justru sebaliknya. Rasa cemasnya teralihkan saat ia menatap pantulan dirinya di cermin. Wajahnya yang terpoles make-up yang cukup tebal tetapi masih terlihat natural membuatnya lupa mengenali wajah sendiri. Hiasan bunga kantil dan beberapa aksesoris yang menempel di kepalanya membuat aura kecantikan Gyzell semakin berlipat ganda. Baju kebaya putih yang ia kenakan sangat terlihat pas di tubuhnya. Suara ketukan pintu membuat Gyzell mengalihkan pandangannya, ia tersenyum saat melihat sang mama membuka pintu kamar

