“Harus ya, Mbak? Tapi aku dikejar dealine. Urusanku banyak di kantor, Mbak.” Gala mencoba mencari alasan. “Lagian, Sasha juga pasti gak tega ninggalin Pak Hendra sendirian. Iya kan, Sha?” Gala segera alihkan pandangan ke Sasha dan memberi kode lewat kedipan mata, meminta gadis itu mendukung ucapannya. “Iya, Tante,” ucap Sasha berbohong. Entah kenapa dia tidak bisa membantah permintaan Gala. Munafik kalau Sasha tidak ingin ke Bali. Bukan untuk honeymoon, Sasha ingin ke sana untuk liburan. Meski dia memang tertarik dengan Gala dari awal, namun, ia sama sekali belum siap untuk memeberikan kesuciannya. “Urusan kantor biar Mas Pram yang urus. Kamu gak usah khawatir, Gala. Lalu masalah Pak Hendra, kamu juga gak usah khawatir, Sha. Bapak kamu akan tinggal sama kami selama kalian di Bali. Gimana

