“Ingat, kalau Mbak Nadia atau siapapun tanya tentang malam pertama, kamu harus jawab kita terlalu lelah dan langsung tertidur. Ngerti?!” Ucapan yang berupa perintah dari Gala, langsung diangguki oleh gadis yang duduk di samping kemudinya itu. “Iya,” jawab Sasha tanpa menoleh. Ia masih betah memasang raut merengut sejak pagi dan belum berubah meski sekarang mereka sudah di dalam mobil untuk perjalanan pulang. Namun, Sasha tidak bisa menahan pertanyaan yang tersimpan dalam otaknya. “Memangnya kenapa sih Om kita gak jujur aja kalau kita tidur terpisah?” “Kamu gila? Yang ada aku bakalan kena omelan habis-habisan dari Mbak Nadia.” “Kenapa? Itu kan hak kamu, Om. Mau ngelakuin itu atau enggak sama pasangan Om.” Gala menghela napas panjang, sadar jika gadis yang berada di sampingnya sama sek

