“Jawab dong? Mas, sudah jatuh cinta padaku kan?” Sekali lagi Alma bertanya pada laki-laki yang memiliki gengsi lebih besar di atas rata-rata. “Enggak, siapa yang jatuh cinta sama elu.” “Coba sini bilang Mas gak suka sama aku sambil menatap mataku!” Sengaja Alma menguji. Untuk lidah yang tak bertulang, sama siapapun bisa berdusta. Tapi tidak dengan binar mata yang selalu menunjukkan kejujuran karena mata selalu terhubung dengan hati. Kali ini Juanda benar-benar tak bisa menghindari. Mana sanggup dia menatap kedua mata Alma sambil mengatakan bahwa dia tak pernah mencintai Alma, sedangkan hatinya sudah menunjukkan debaran yang dahsyat dan malam pertama menjadikan dia ingin mengikat Alma untuk tetap di sisinya. “Aku … aku …” Allahu akbar … Allahu akbar. “Azan,” kata Juanda pada akhirnya

