Garcia keluar dari ruangan sang Papa dengan dahi yang berdarah, Mark yang melihat itu tidak bertanya lagi karena yang melakukannya pasti Steven. Katrine berjalan mendekati Garcia, Katrine melihat dahi Garcia yang terluka. "Apa yang terjadi padamu, adikku sayang?" tanya Katrine. Katrine memasang wajah prihatin , tapi bagi Garcia itu wajah menghina. "Jangan pura-pura! Ini semua pasti direncanakan oleh mu. Aku sangat yakin kau yang memberikan informasi pada pihak kepolisian." tuding Garcia. Katrine tersenyum pada Garcia. "Kau tidak punya bukti, jangan menuduh orang sembarangan. Dan kalau payah, jangan mengambing hitamkan orang lain untuk menutupi kepayahanmu." ejek Katrine. Garcia ingin memukul Katrine, tapi Mark menahan tubuh Garcia. "Tuan, jangan menambah masalah. Anda sudah buruk dimat

