Alexander merenggut keperawanan Medelenie tanpa aba-aba membuat Medelenie menjerit, Alexander diam sejenak menunggu Medelenie terbiasa merasa Medelenie sudah lebih tenang. Alexander mulai menggerakkan pinggulnya secara perlahan membuat Medelenie mendesah. Alexander meningkatkan kecepatan gerakannya membuat Medelenie mendesah semakin kencang, hingga Medelenie mendapatkan klimaks pertamanya Medelenie merasakan sesuatu yang keluar. "Apa itu?" tanya Medelenie disela desahannya dia pikir dirinya sudah mengompol. Alexander tidak menjawab terus melanjutkan gerakannya hingga Alexander juga mendapatkan klimaks nya juga. Medelenie merasakan sesuatu yang hangat diperut nya. "Itu disebut dengan cairan kenikmatan. Setelah ini kau akan segera mengandung anakku." bisik Alexander. Bulu kuduk Medelenie

