31

1154 Words

Brankar yang membawa Rio bergerak cepat menuju ruang operasi, Ray sudah tak dapat memendung air matanya bahkan ia sangat ingin berada di samping Rio saat tengah menjalani operasi. "Nona," panggil Paul membuat Ray menghampiri pria itu. "Tuan Mario bakal baik-baik aja, tenang." Paul tersenyum mempersilahkan Ray untuk duduk dikursi tunggu. Wajah gadis itu nampak pucat pasti, perlahan ia melepas rompi anti pelurunya dan betapa terkejutnya Paul saat mendapati bagian perut gadis itu terdapat luka tembak juga. "Non---" Ray menghentikan kalimat Paul, gadis itu berjalan meninggalkan Paul sambil memegang perutnya hingga pandangannya mulai mengabur. "ICA!!" Ray tersenyum menatap Faris dan Jonathan yang berlari ke arahnya. Brukh!! "ICA!" pekik Faris menahan tubuh adiknya yang hampir terjatuh.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD