34

1008 Words

"Ray, saya minta maaf..." Alif berucap mendekati gadis itu. Ray mengangguk dengan senyum kecil, senyuman yang sulit diartikan bagi Alif. Ray berdiri, kemudian memeluk Alif sambil memejamkan mata. "Gue masih nggak nyangka," pelan Ray dengan mata berkaca-kaca. "Kalau elo adalah Azka, cowok nggak jelas yang gue ajak nonton, makan, bahkan beliin gue jepit rambut," ucap Ray semakin membuat Alif larut dalam lamunannya. "Jadi sekarang, elo itu Alif atau Azka?" tanya Ray menahan tangis. "Alif, cowok culun yang---" Plak! Alif menghentikan kalimatnya saat merasakan pipinya memanas. "Saya udah nunggu tamparan ini selama tiga bulan," ucap Alif tersenyum tulus. "Tampar saya lagi, Ray. Kalau itu bisa bikin kamu maafin saya," lembut Alif membuat air mata Ray jatuh. "Ternyata, Airi itu adik lo?!

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD