17

1061 Words

"Rumah!!!" teriak Ray sesaat setelah ia memasuki rumah megahnya, hal itu tentu saja menarik perhatian para asisten rumah tangga. "Non Ica, syukur udah bisa pulang," ucap salah satu wanita sembari membantu Faris membawa beberapa barang setelah Ray dirawat selama semalam di rumah sakit. Ray tersenyum lalu merebahkan tubuhnya di sofa empuk. Ia menatap orang tuanya yang baru memasuki rumah dengan senyum manis. "Huh... capek!" Faris duduk di dekat Ray menatap jam dinding mewah yang menunjukkan pukul dua siang. "Ca, istirahat dikamar sana," titah Faris namun Ray menggeleng dan malah merebahkan kepalanya pada paha Faris. "Ica mau makan ice cream," ucap Ray meminta. "Nanti dulu, sayang..." Jonathan terkekeh lalu duduk di sofa diikuti Renata. "Baru juga keluar dari rumah sakit, seharusnya Ic

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD