12

1044 Words

"Beneran bisa sendiri?" tanya Alif memastikan saat Ray sudah bangkit dari tempat duduknya. "Tunggu abang kamu aja," cegah Alif lagi. "Alif, gue nggak papa. Ini cuma demam biasa, kan abis hujan-hujanan." Ray tersenyum lalu melambai pada May dan Kay yang sudah pergi. Bel pulang sudah berbunyi beberapa menit lalu, Ray berniat menunggu Faris di mobil. Saat ini, ia tengah berjalan ditemani Alif yang berada disampingnya. "Ray?" panggil Alif saat Ray menghentikan langkahnya. Alif terkejut menatap cairan merah yang keluar dari hidung Ray. "Ray! Ray!" panik Alif menahan tubuh Ray yang hampir terjatuh. "Ray kenapa!?" tanya beberapa siswa yang kebetulan berada didekat mereka. "Ray!" panggil Alif lagi. "Pingsan ya?" tanya seorang siswi. "Itu Kak Faris!" pekiknya menunjuk seseorang. Faris seg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD