"Lo lagi kenapa sih?" cegat Marko ketika Nadia hendak pulang karna toko sudah tutup. "Minggir!" dengan kasar Nadia menyenggol bahu Marko dan melewati laki-laki itu. "Jawab gue, Amors! Lo kenapa?!" Marko langsung meraih tangan Nadia. Dia tidak suka melihat Nadia mengabaikannya sepanjang hari dan memasang ekspresi terluka di wajahnya. Marko benci itu. "Jangan sentuh gue, Mark! Dan tolong biarin gue sendiri untuk hari ini!" delik Nadia. Dia yang memang memiliki reflek tubuh yang cepat langsung memelintir tangan Marko dan menekannya dengan kencang ke punggung. "Gue ngga mau!" tolak Marko mentah-mentah. Para karyawan yang lain hanya duduk diam menyaksikan mereka. Marko sudah sangat sering mendapat pukulan dari gadis itu. Sehingga, melihat Nadia memelintir tangan Marko untuk kesekian kali

