23

1544 Words

"Sial! Gue kehilangan jejak Amors!" delik Marko. Ketika dia keluar dari toko, dia sama sekali tidak dapat menemukan sosok Nadia di manapun seolah gadis itu lenyap di telan bumi. Rupanya, ketika gadis itu keluar, dia langsung disambut oleh angkot dan langsung membawanya pergi dari sana. "Gue harap besok lebih baik dari hari ini," gumam Nadia setelah sampai pintu kost-nya. "Hai, Nad. Kamu udah pulang?" ketika dia masuk ke dalam, Rey langsung menyambutnya dengan sebuah senyuman hangat. Nadia terdiam seribu bahasa dengan mata yang tidak dapat berhenti mengedarkan pandangan ke arah sekitar. "Ini beneran rumah gue kan?" tanya Nadia kepada dirinya sendiri dengan nada tidak percaya. "Oiya kamu udah makan belum? Kalo belum, kebetulan aku udah siapin makanan buat kamu. Jadi kalo kamu laper, ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD