18

553 Words

"Sudahlah, Pradana! Berhenti memukulnya seperti ini!" balas Riana nyaris berteriak. "Kenapa kamu malah membela laki-laki berengsek ini?!" tanya pria itu dengan nada meninggi. "Kamu keterlaluan, Pradana! Kamu tak seharusnya main hakim sendiri dan terus memukul Dion! Dia adalah suamiku!" seru Riana menegaskan. Ia marah dengan sikap Pradana yang seenaknya. "Sadar Riana. Suami kamu ini telah menghancurkan masa depanmu! Dan juga hubungan kita!" seru Pradana tak kalah emosi. "Iya, aku tahu. Tapi, tak seharusnya kamu memukul Dion tanpa ampun. Dia tidak pantas kamu perlakukan seperti ini !" Riana masih berusaha untuk menyadarkan Pradana jika tindakan pria itu telah melewati batas. "Laki-laki berengsek dan kurang ajar seperti dia memang pantas untuk dipukul. Bahkan, jika perlu dihajar sampai b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD