" Astaghfirullah !" d**a Shakira berdenyut hebat ketika dia zoom foto kiriman dari teman baru sosmednya itu.
Benarkah apa yang dia lihat ini ? Perlahan Isak tangisnya mulai terdengar. Sakit sekali hatinya apalagi ketika dia membaca pesan dibawahnya yang tertuju tanggal dan bulan pernikahan itu.
Sudah 2 bulan berlalu tetapi dia tidak mengetahuinya sama sekali .
Tapi dia mencoba untuk husnudzon dengan suaminya dulu.
Akan dia tanyakan kebenaran dari foto tersebut ketika Firman datang.
" Assalamualaikum mas, kapan balik Jakarta ?" Shakira segera telpon suaminya.
" Waalaikumussalam warahmatullaahi wabarakatuh, sayang. Sudah kangen ya sama mas ?" Firman menggoda istrinya.Aida ada di depannya sedang sibuk dengan laptopnya melihat Firman sekilas lalu sibuk lagi dengan pekerjaannya.
" Enggak, tanya aja ", sahut Shakira malas.
" Eh, kok aneh suaramu dik ? sakit ya? InsyaAllah aku pulang 2 atau 3 hari lagi. Soalnya habis itu kan mau tak tinggal lama nemenin kamu menjelang lahiran. Biar mas nggk ada beban ", kata Firman.
" Nggak pa pa mas, bangun tidur aja. Ya sudah, baik baik ya disana ", Shakira mengucapkan salam lalu menutup telponnya.
Airmatanya menetes lagi.Rasanya tidak percaya kalau suaminya berlaku seperti itu. Belakangan memang suaminya lebih sering ke Surabaya untuk masalah kerjaan. Tapi mungkin juga sekalian menemui istri barunya. Mereka kan masih pengantin baru?
Berpikir seperti itu membuat Isak tangisnya keluar meskipun tidak keras.
Shakira wanita yang pandai mengontrol emosinya. Dia tidak mau bi Minah dan anak anaknya mengetahui kalau dia menangis.
Sementara itu Firman dan Aida meneruskan kerjaannya masing masing.
" Da, nanti malam makan di luar yok. Aku ingin ngobrol banyak denganmu. Karena habis ini aku lama di Jakarta sampai istriku melahirkan ".
" Iya Fir. Kita berdua saja ?" tanya Aida.
" Iya ". Firman menjawab pendek.
Usai sholat Maghrib Firman berpamitan kepada ibunya untuk mengajak Aida keluar.
Diarahkannya mobil ke rumah makan lesehan dengan banyak saung di dalamnya.
" Da, bagaimana suasana hatimu sekarang ini ?" Firman membuka percakapan setelah memesan makanan untuk mereka berdua.
" Alhamdulillah Fir, belakangan ini aku merasa lega dan nyaman.Terimakasih, kamu dan keluargamu sungguh baik padaku ", Aida menatap Firman sekilas lalu menundukkan wajahnya.
" Syukurlah Da, taktikku berhasil sepertinya. Bayu sudah tidak menemuimu lagi ", Firman tersenyum lebar.
" Lusa aku balik Jakarta dan kemungkinan aku agak lama kesininya. Kandungan Shakira sudah 8 bulan lebih. Aku ingin fokus dengannya dulu sambil mengontrol cabang Jakarta. Yoga dan Dewi dengan bantuanmu sudah mumpuni menangani pabrik disini. Nanti aku awasi dari jauh ", sambung Firman.
" Dan kamu seperti biasa pulang pergi dijemput sopir pabrik ya? Jangan sampai keluar sendirian dulu. Terpaksa ya keluar ramai ramai ajak ibu, Yoga sama Dewi ", urai Firman panjang lebar.
" Iya Ga ", Aida menjawab lirih. Terus terang ada sedikit nyeri di hatinya melihat Firman begitu menyayangi istrinya. Kenapa nasibnya seperti ini? Aida menatap jeruk hangat di depannya dengan tatapan kosong.
" Hei kamu kenapa kok ngelamun gitu ?" Firman menyentuh tangannya yang ada diatas meja.
" Ah enggak, aku hanya merasa sepi saja nanti kamu ya nggak kesini ", Aida mencoba tersenyum manis pada Firman.
" Banyak yang menemanimu Da, bersenang senanglah kamu disini meski kamu tidak bebas sendirian kemana mana ", jawab Firman sambil memegang tangan Aida.
" Bahagiakan hatimu. Beli apa yang kau mau. Cukup kan uang dariku ?" kata Firman.
" Cukup sekali lah Fir, kan aku makan numpang Bu Dyah? aku juga dapat gaji dari pabrikmu?" tukas Aida sambil tertawa.
" Meski pernikahan kita bohong bohongan.Tapi aku ingin kamu juga bahagia Da ",.
" Tapi bahagiaku adalah jadi istrimu yang sesungguhnya Fir ",ratap Aida dalam hati.
Sakit rasanya mencintai dalam diam.Tapi itulah yang harus Aida rasakan. Cintanya begitu dekat fisiknya tetapi begitu jauh digapai hatinya.
" Bagaimana kandungan istrimu Fir ?" alih Aida.
" Alhamdulillah Da, calon anak ketigaku laki laki. Doakan ibu dan anaknya sehat di persalinan nanti ya ", pinta Firman .
" Sudah tentu aku doakan yang terbaik untuk keluargamu ", Aida menahan rasa iri ketika melihat betapa jelas cinta Firman pada istrinya.
Mereka berdua tidak mengetahui bahwa jarak 2 saung dari mereka adalah Bayu yang diam diam mengambil foto mereka.Dia memakai masker dan topi sehingga wajahnya tidak terlihat. Ditambah dengan suasana malam yang pas untuk dia bisa bergerak dengan leluasa.
Senyum terukir di wajahnya ketika mendapatkan beberapa foto yang bagus untuk dikirim ke istri Firman
Ya, dia memakai akun dengan nama perempuan untuk mendekati Shakira.
Klik...dia kirim foto foto tersebut ke akun sss Shakira.
Shakira yang sedang resah pikirannya membuka akun sosmednya.Lagi lagi ada pesan masuk dari Ariana.
Dengan hati berdebar dia buka beberapa foto yang dikirim tersebut.
Langsung saja airmatanya tak tertahan lagi jatuh bercucuran di pipinya.Tak disangka suaminya berbuat khianat seperti itu di belakangnya.
Dia elus perutnya yang terasa tegang. Mungkin anaknya merespon suasana hatinya yang hancur berkeping saat ini.
Ingin rasanya dia terbang ke Surabaya dan memaki maki mereka berdua kalau menuruti emosinya.
Perlahan dia beringsut turun dari ranjang. Dia wudhu dan sholat dengan penuh kesungguhan. Air mata terus menetes tak berhenti seiring semua keluh kesah dan pintanya dia panjatkan dalam doa.
Kenapa kau pandai bersandiwara seperti ini mas? Lirih suara hati Shakira bergumam. Sedangkan jauh di Surabaya sana, Firman merasa lega bisa bicara banyak dengan Aida.
Firman tersenyum bahagia membayangkan wajah istri yang ditinggalkannya hampir seminggu ini. Sungguh rindu sekali dia dengannya.
Aida hanya tertawa getir melihat senyum Firman karena dia tahu pasti siapa yang sedang dipikirkan oleh suami sekaligus sahabatnya itu.
Ah..kapan dia akan dicintai oleh lelaki sebesar dan sedalam itu?