Ibu Yang Penuh Kasih

551 Words
Ting... Gegas Firman membuka hpnya setelah menyelesaikan sholat malamnya. Siapa lagi kalau bukan istri cantiknya kirim pesan dinihari begini. Begitu dia buka ternya benar istrinya. Langsung saja dia telpon istrinya. " Assalamualaikum dik, bagaimana badannya ? masih suka nggak enak atau bagaimana ?" Firman membuka obrolan. " Waalaikumussalam warahmatullaahi wabarakatuh. Alhamdulillah mas hari ini enak enak saja. Aku ke toko juga tadi sampai jam 2 siang. Ngecek pesanan para pelanggan ", Shakira menerangkan kegiatannya ke suaminya. " Alhamdulillah, jangan capek capek ya sayang. Ingat misi kita nambah pasukan ", Firman menasehati istrinya sambil tertawa. " Iya mas, aku cuma lihat lihat saja kok. Ihh mas bilang gitu jadi kangen aku ", ujar Shakira di seberang sana manja. " Iya sayang, mas nggk lama disini. Ditumpuk ya kangennya. Ntar dipuas puasin kalau sudah ketemu ", terkekeh Firman menggoda istrinya. " Sudah ah mas, adzan subuh sudah terdengar tuh. Aku mau bangunin anak anak biar sholat dulu ", Shakira menyudahi telponnya. Firman geleng kepala. Dia yang telpon istrinya yang menyudahi Dia heran dengan istrinya belakangan ini. Shakira yang tegas karakternya belakangan manja sekali dan ingin diperhatikan. Atau jangan jangan dia hamil ? Tiba tiba pikiran Firman terbuka. Segera dibuka ya hp. dia tulis pesan singkat ke istrinya agar beli test pack buat persediaan. ******* Ibu Firman Bu Dyah tinggal dengan pembantunya bik Sum yang sudah ikut di keluarganya sejak dia berumur 10 tahun. Bik Sum tidak punya anak dan suami karena mereka meninggal dalam kecelakaan. Sejak itulah bik Sum total bekerja di rumahnya hingga sudah seperti saudara sendiri. " Mas...mas Firman. Disuruh ibu cepat sarapan" bik Sum mengetuk pintu kamar Firman. " Iya bik sebentar lagi keluar ", Firman menjawab dari dalam sambil memakai kemeja.Dia rencana ke pabrik pagi ini. Mobil kemarin ditinggal Yoga di rumah untuk memudahkan pergerakannya. " Pagi ma ", Firman mencium pipi ibunya. " Pagi juga Le, mau ke pabrik pagi pagi ya ?" ibunya yang masih cantik di usia 60 an itu bertanya. " Iya Bu, biar nggak macet dan panas. Juga biar cepat selesai kerjaanku disini. Shakira sering mengeluh kurang enak badan ", jawab Firman. " Sudah periksa istrimu ? Biasanya jarang sakit ya istrimu itu ?", tanya Bu Dyah. " Iya Bu, nanti pulang dari sini mau saya paksa ke dokter ", jawab Firman. " Harus itu, istrimu itu baik Le. Jaga dan bahagiakan istri dan anak anakmu ya ?" Ibunya penuh perhatian dengan menantu dan cucu cucunya. " Iya Bu..oh ya Bu, ibu dapat salam dari Aida ", baru ingat Firman dengan pesan Aida. " Aida siapa ?" ibunya mengernyitkan kening. " Aida putrinya pak Salim yang paling kecil Bu, yang dulu waktu kecil suka main denganku ". " oh iya..mama ingat. Bagaimana kabar dia sekarang ? sudah berapa anak ya ?" ibu bertanya dengan tidak sabar. Maklum orang tuaku dan orang tua Aida dulu berkawan erat juga. Maka mengalirlah lagi ceritaku tentang Aida kepada ibu. Ibu sampai meneteskan air mata mendengar ceritaku. " Oalah, kasihan sekali hidupnya. Semoga saja masalahnya segera selesai. Suaminya sadar dan bisa menerima dengan ikhlas perpisahannya dengan Aida ", ibu mendoakan dengan sepenuh hati. Masih lekat di ingatannya gadis kecil yang rambutnya selalu di ekor kuda kemana mana selalu mengikuti Firman anaknya. Setelah mereka pindah ke Jogja, Bu Dyah TDK pernah mengetahui kabarnya lagi. Ternyata kehidupannya rumah tangganya begitu menyedihkan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD