Hampir honey moon

1030 Words

Aluna Pov Aku mulai mengerjapkan mataku ketika merasakan hawa panas mengenai tengkuk. Meski masih terasa berat tapi aku tetap memaksakan mataku untuk terbuka. Dan ternyata ada Tama yang wajahnya sudah mendarat nyaman di ceruk leherku. Nafas hangatnya menggelitik leherku. Kugerakkan pelan tubuhku untuk menghindar dari sapuan nafasnya, sayang aku malah membuat Tama terbangun. "Ehmm," gumamnya pelan sesaat setelah membuka matanya. Tama mulai mereganggkan tubuhnya sebentar lalu kembali memelukku ketika posisi tubuhku sudah sepenuhnya menghadap ke samping dan menatap ke arahnya. Wajah kami berhadapan sangat dekat. Aku mengecup bibirnya, tapi dibalas Tama dengan lumatan. Atas dan bawah bergantian dengan sangat lembut dan perlahan. Rasanya sudah sangat lama kami tidak memiliki waktu bermesraan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD