Kartu Nama

1039 Words

Anehnya, makan siang yang canggung itu berlanjut tanpa ada tambahan drama lagi. Ketiga wanita itu sudah beralih ke topik lain dan asyik menceritakan tentang skandal-skandal terbaru yang mereka dengar. Hal itu benar-benar memberi kesempatan padaku dan Lyan untuk sedikit bernafas lega. Ponsel Arumi berdering dan dia meminta izin untuk mengangkatnya. Delia dan Sintia kembali asyik bercengkrama berdua, meninggalkanku dan Lyan. Aku diam-diam memajukan kembali steak medium-rare yang mereka pilihkan untukku. Lyan juga tampaknya tidak menyentuh makananya. Aku dan Lyan tidak segila itu untuk memakan makanan yang belum matang sempurna disaat kami berdua tengah mengandung. Pikiranku mengelana ke kartu nama yang tadi Delia sodorkan. Aku harus mencari tahu siapa pemiliknya. "Sorry. Cowok baru gue n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD