Kalau Papa nggak datang berarti... Aku menoleh sepenuhnya pada Tama. Suaraku sedikit tercekat ketika berbicara. "Gue anggap loe udah lihat artikel-artikel tentang gue sekarang. Terus kenapa loe bersikap baik ke gue padahal nggak ada orang lain yang lihat?" Keheningan menyapa kami. Pria itu tidak langsung menjawab seperti sebelumnya. Dia seperti tengah memproses pertanyaan dariku dan hebatnya, dia terlihat tidak berniat untuk menjawab. Dia membalasku dengan tatapan penuh intimidasi yang teramat jelas. Dia juga mengamatiku sambil bersedekap seraya bersandar di kursinya. "Loe bener-bener nggak inget gue, Lun?" Bukan itu jawaban yang ingin aku dengar. Tapi melihat dia yang bersikap sok akrab membuatku sedikit terganggu. Aku menyandarkan tubuhku. Bersikap agar terlihat seangkuh mungkin. Le

