Deep Talk part 2

1314 Words

Ternyata yang aku dapat hanya keterdiaman dari Tama. Dia menghela nafas kasar. "Kamu harus istirahat," ujarnya. "Kita bisa bahas ini lain kali. Aku bakal panggil perawat buat periksa kamu." Tapi jika cerita soal hal ini ditunda, aku pasti bakal lupa. Dan hal ini akan terkubur. Bagaimana jika aku berubah pikiran suatu saat nanti? Kalau aku lupa mungkin ini bakal terus terkubur. Dia membantuku untuk tidur kembali seraya menyamankan posisiku dan membenarkan selimutku juga. Aku menahan tangannya dan membuat dia menoleh padaku. "Amnesia Disosiatif," kataku. "Penyebabnya bukan karena kecelakaan. Lebih kompleks karena amnesia ini dipicu oleh masalah psikologis, seperti trauma atau depresi." Kalimatku berhasil membuatnya berhenti dan kembali duduk di sampingku. "Trauma? Depresi? Lisa bilang gi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD