Evelyn masih saja menghalangiku. Dia berdirisambil bersedekap dan menatapku seolah aku hama yang memang harus disingkirkan. Kenapa lagi dengan wanita ini, padahal aku tidak pernah mengusiknya dan tidak akrab dengannya. "Duh... kenapa pakai melotot segala sih? Santai aja kenapa. Gue juga cuma tanya." Manusia macam Evelyn sangat amat patut untuk dihindari. Bergaul dengannya pun tidak mendatangkan manfaat. Hanya membuang-buang waktu dan itu sangat menyebalkan. Aku segera melangkah untuk menjauh. Tidak ingin berurusan dengan wanita ini. Namun lenganku di tahan dan itu membuatku mengernyitkan dahi. Aku merasa terganggu. "Lo nggak sopan juga ternyata. Mata lo buta atau gimana sih sampai berani mau ngelewatin gue gitu aja," "Kenapa?" tanyaku pelan. "Pakai tanya lagi. Lo nggak dengar tadi Ev

