Tamu tak Terduga

1393 Words

Mau tidak mau aku harus mengiyakan pertemuan dengan Papa Irfandi meski sesungguhnya aku enggan. Memangnya siapa yang sudi bertemu dengan manusia b***t macam dia. Jika bukan karena aku tidak memiliki banyak bukti, pasti aku sudah melaporkan pria itu pada pihak yang berwajib. Aku dan papa duduk berhadapan. Masih belum ada yang membuka pembicaraan. Aku juga enggan karena ini bukan inisiatifku sendiri untuk bertemu dengannya. “Katanya kamu mau main ke rumah?“ tanyanya sambil menyesap teh hangat yang sudah disediakan. “Padahal Papa sama Mama cemas sama keadaan kamu. Kamu juga lagi hamil dan malah kelihatan kurus. Kamu baik-baik aja, kan? Ehm… Papa juga dapat kabar kalau ada orang yang coba-coba mau mencelakakan kamu. Butuh bantuan Papa nggak buat cari tahu siapa dalangnya?“ Aku diam. Masih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD