Aku membanting tubuhku ke atas sofa dan merebahkan tubuhku dengan nyaman. Rasa lelah dan letih yang sebelumnya tidak terasa sama sekali mulai menghampiri tubuhku secara perlahan. Aku memejamkan mataku sejenak. Menghilangkan semua energi negatif yang menumpuk. Jam kecil yang ada di atas nakas menunjukkan pukul 10 malam. Kami berada di luar sepanjang hari dan pantas saja rasanya sangat melelahkan. Aku menoleh ke arah pintu yang mengeluarkan suara. Ada Tama di sana yang baru saja keluar dari kamar mandi. Rambutnya masih basah dengan handuk yang tersampir di lehernya. Pria ini nampak menggiurkan. Kedua tangannya bergerak mengusap rambutnya yang masih meneteskan air. Begitu tatapan kami bertemu dia langsung tersenyum dan bergerak mendekatiku. “Capek?“ tanyanya sambil menyerahkan handuk kecil

