“Kenapa anda tidak jujur sejak awal pada saya?!“ Ruangan pertemuan itu terasa sunyi. Irfandi dan pengacaranya kini duduk berhadapan. Kali ini bukan Irfandi yang bersikap angkuh. Peran itu sudah berkebalikan karena si pengacara merasa di rugiman di sini karena banyak miss komunikasi yang terjadi di ruang sidang tadi. “Sejak awal saya sudah mengingatkan supaya anda berkata jujur pada saya. Bukti yang di keluarkan jaksa bisa saya tepis kalau saja anda mengatakan sejak awal. Dengan kalahnya saya, kredibilitas saya jadi dipertanyakan oleh khalayak umum,” geramnya. “Anda sendiri juga tahu kalau penyidik juga ikut menggeledah semua apotek yang pernah anda kunjungi. Lalu kenapa masih diam saja?!“ “Saya fikir transaksi saya tidak akan bermasalah dan tidak akan memberi dampak pada persidangan in

