Akbar baru saja pulang larut malam ke dalam penginapannya, hari ini pekerjaannya cukup melelahkan. Ia menyimpan tas kecilnya dan membuka jaket kulitnya juga s*****a yang ia bawa. Ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. 10 menit kemudian, Akbar sudah keluar dari kamar mandi. Ia mengambil handphone dalam tasnya dan menyalakan handphone nya yang sejak tadi siang di matikan karena pekerjaannya. Tampak beberapa pesan masuk dan semuanya dari Kanaya, entah kenapa Akbar menjadi malas untuk membalasnya. Ia mengecek semua pesan dan panggilan suara yang masuk dan tak ada nama Rima di sana. Entah kenapa Akbar merindukannya. Bayangan saat kemarin Rima yang tiba-tiba saja memeluknya dan itu membuat hati Akbar menghangat, Rima belum pernah sekalipun bersika

