Episode 17

1391 Words

          Kanaya berjalan dengan pandangan menerawang keluar jendela ruangan tempatnya bekerja. Kata-kata Akbar tadi sungguh mengusik pikiran Kanaya. Sungguh bukan ini yang ia harapkan. Walau sesungguhnya ada sedikit kebahagiaan di dalam hatinya mengetahui Akbar masih mencintainya seperti dulu. Lalu apa akan terlihat begitu jahat kalau ternyata dirinyapun masih mencintai Akbar,  dan perhatian Akbar selama ini seperti air yang mengalir dalam hidupnya yang kekeringan. Apa jalan ini bisa ia jalani,  dengan menyakiti wanita lain yang pasti akan sangat terluka mengetahui suaminya mencintai wanita lain? Haruskah Kanaya bersikap egois dalam hal ini? Kanaya merasa kepalanya pening sendiri memikirkan semua itu. Hati dan Pikirannya saling berperang, mana yang harus dia putuskan. Sesungguhnya kena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD